fotolama


 

Sejarah Dua Kelinci

Pada suatu ketika di Surabaya Ho Sie Ak dan Lauw Bie Giok serta keluarganya memiliki sebuah toko kecil. Suatu hari seorang petani kacang datang dan ingin menitipkan kacang kulit untuk dijual di toko itu. Keluarga itu melihat kemasan kacang yang rupanya kurang menarik dan sempat bertanya-tanya apakah produk ini akan laku dijual.

Pada suatu ketika saat Hadi pergi memancing dan saat ia memikirkan mengenai produk kacang tersebut sambil memancing tiba-tiba dua ekor ikan melompat dari air. “Wah, ini pertanda” pikirnya. Saat ia kembali ia meminta seseorang kenalannya untuk mendesain sebuah logo dan kemasan untuk produk kacang tersebut dengan memasukkan gambar dua ekor ikan seperti yang ia lihat. “Tolong buatkan yang seperti ini ya,” katanya, sambil memberikan kertas pembungkus dengan gambar dua ekor kelinci.

 

Kios DK

Kompleks pabrik Dua Kelinci memiliki luas sekitar 12 hektar di kota Pati, Jawa Tengah. Kompleks ini meliputi enam gudang untuk mengelola bahan, dua bangunan kantor, gedung tamu, fasilitas staf, dan Kios Kelinci.

Hadi Sutiono, pemilik Dua Kelinci membangun keberhasilannya bersama dengan istrinya Noer Wahju Budiman. Ibu Noer-lah yang merancang desain dan lanskap dari kompleks pabrik sehingga kini menjadi salah satu ikon di kota Pati, dengan unsur kebudayaan Jawa dan Bali. Beliau juga ikut serta dalam mendesain Kios Kelinci sehingga para pengunjung pabrik dapat membeli makanan ringan dan oleh-oleh.

Mengambil uang di ATM juga menjadi pengalaman tersendiri di tempat ini. Gerai ATM di sana didesain unik dengan nuansa kolam dan taman Bali yang indah. Di sini Anda juga bisa melihat kelinci bertanduk yang diawetkan dan dipajang di dalam kios bernama “jackalope” . Apakah kelinci ini asli atau sekedar legenda ? Itu masih menjadi bahan perdebatan.

 


 

aboutkios